Breaking

Bulog Salurkan 4.336 Ton Beras untuk 144.540 Keluarga di Lumajang, Disalurkan Rapel Tiga Bulan

RE
Minggu, 20 September 2026
Bulog Salurkan 4.336 Ton Beras untuk 144.540 Keluarga di Lumajang, Disalurkan Rapel Tiga Bulan

LUMAJANG — Bulog Cabang Probolinggo menyalurkan bantuan pangan beras kepada 144.540 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Lumajang untuk periode Juli–September 2026. Total beras yang disalurkan mencapai sekitar 4.336,2 ton, dengan pengiriman ke desa sasaran yang sudah rampung 100 persen.

Kepala Kantor Bulog Probolinggo, Kuswadi, menyatakan penyaluran dilakukan secara rapelan untuk tiga bulan sekaligus. Setiap KPM menerima total 30 kilogram beras, dengan rincian 10 kilogram per bulan.

"Penyaluran tersebut dilakukan secara rapelan untuk tiga bulan sekaligus karena setiap KPM menerima total 30 kilogram beras, dengan alokasi 10 kilogram untuk setiap bulan," kata Kuswadi.

Sasaran Berdasarkan Data DTSEN Desil 1 hingga 4

Penetapan penerima bantuan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat yang berada pada desil 1 sampai 4. Data tersebut menjadi dasar penetapan sasaran, sementara Bulog menjalankan distribusi sesuai petunjuk program.

"Data tersebut menjadi dasar penetapan sasaran, sementara Bulog menjalankan proses distribusi sesuai petunjuk program. Dari DTSEN, untuk desilnya mulai 1 sampai 4, sehingga bantuan itu sudah diproses dan pengiriman ke desa sudah mencapai 100 persen," ujar Kuswadi.

Penyaluran mencakup 105 desa di Kabupaten Lumajang. Dengan pengiriman yang sudah tuntas ke desa sasaran, beras tersebut selanjutnya dapat diterima keluarga penerima sesuai mekanisme penyaluran yang berlaku.

Jumlah Penerima Berkurang 4.276 Keluarga Dibanding Periode Sebelumnya

Jumlah penerima pada penyaluran Juli–September 2026 mengalami penyesuaian dibandingkan periode Februari–Maret 2026. Pada periode sebelumnya tercatat 148.816 penerima, sedangkan kali ini sebanyak 144.540 KPM.

Selisihnya mencapai 4.276 penerima atau sekitar 2,87 persen. Perubahan tersebut mengikuti data yang menjadi dasar penetapan sasaran bantuan, sehingga jumlah penerima dapat mengalami penyesuaian sesuai data terbaru.

Bentuk bantuan pada periode ini juga berbeda. Jika pada penyaluran Februari–Maret 2026 masyarakat menerima beras dan minyak goreng, pada periode Juli–September 2026 bantuan yang disalurkan hanya berupa beras.

Dampak bagi Rumah Tangga dan Stabilitas Harga Beras

Bagi keluarga penerima manfaat, bantuan beras menjadi dukungan langsung terhadap kebutuhan pangan rumah tangga. Dengan terpenuhinya sebagian kebutuhan beras, keluarga memiliki ruang untuk mengatur pengeluaran lainnya sesuai kebutuhan masing-masing.

Kuswadi menyebut bantuan pangan tersebut juga bertujuan membantu perekonomian masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas harga beras. Bantuan diarahkan untuk membantu ekonomi masyarakat desil 1 sampai 4 dalam memenuhi kebutuhan pokok dan menekan inflasi harga beras.

Penyaluran berbasis data sosial ekonomi menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan pangan diarahkan kepada kelompok masyarakat sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Perubahan data penerima tidak serta-merta menunjukkan berkurangnya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, melainkan mengikuti data yang digunakan sebagai dasar penetapan sasaran program.

Dengan distribusi beras yang telah mencapai 100 persen ke desa sasaran, bantuan pangan periode Juli–September 2026 diharapkan memberikan dukungan nyata bagi keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Sumber: jatim.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua