BANJARMASIN — Kepala Biro Kedokteran dan Kesehatan (Karo Dokpol) Pusdokkes Polri Brigjen Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti menyatakan tim forensik telah mencocokkan profil DNA delapan korban dengan sampel pembanding dari keluarga atau data ante mortem. Pencocokan dilakukan setelah sampel DNA korban diperiksa di laboratorium milik RS Polri.

"Total ada delapan korban sudah teridentifikasi berkat pemeriksaan sampel DNA," kata Hastry di Banjarmasin, Jumat.

Identifikasi melalui DNA menjadi opsi terakhir ketika jasad korban tidak lagi bisa dikenali melalui ciri medis maupun properti yang melekat. Prosedur ini memakan waktu lebih lama karena harus melalui tahap pencocokan profil genetik antara korban dan keluarga.

Delapan Korban yang Berhasil Diidentifikasi

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan merinci kedelapan korban yang teridentifikasi melalui tes DNA. Mereka adalah Yudis Tri Kurniawan, Tigi Dadang Prayugi, Sulisman, Kumaedi, Aji Albani, M. Syahril, Imam Buhari, dan Zaenal Walad Husen.

Kedelapan nama tersebut berasal dari pengiriman sampel kloter pertama yang dikirim ke Laboratorium DNA RS Polri beberapa waktu sebelumnya. Tim DVI Polda Kalsel mengirim sampel secara bertahap karena jumlah korban yang cukup banyak.

"Korban yang teridentifikasi berkat tes DNA ini merupakan pengiriman kloter pertama ke Laboratorium DNA beberapa waktu lalu," ujar Hastry.

Sisa Korban Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Sofwan menyatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap sampel DNA korban lainnya yang telah dikirim ke Jakarta. Belum ada keterangan resmi mengenai berapa jumlah korban yang belum teridentifikasi maupun perkiraan waktu penyelesaiannya.

"Sisanya masih dalam proses identifikasi dari sampel DNA yang telah kami kirim ke Jakarta," ujarnya.

Tim DVI menggandeng Pusdokkes Polri dalam penanganan identifikasi ini karena laboratorium DNA RS Polri memiliki kapasitas untuk memproses sampel dalam jumlah besar. Polda Kalsel bertanggung jawab mengumpulkan sampel ante mortem dari keluarga korban sebelum dikirim ke Jakarta.

Proses identifikasi forensik menjadi krusial bagi keluarga korban yang belum menerima kepastian mengenai anggota keluarga mereka. Hasil tes DNA nantinya menjadi dasar resmi penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.

Reporter: Redaksi