Pemkot Kediri Usulkan Rp9,9 Miliar untuk Penataan Kawasan Kumuh Ngronggo, 493 Keluarga Jadi Sasaran
KEDIRI — Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan penanganan kawasan kumuh tidak berhenti pada perbaikan fisik lingkungan. Menurut dia, hasil akhirnya harus berupa manfaat yang dirasakan langsung warga Ngronggo.
"Ini menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa rencana penanganan kawasan Ngronggo benar-benar matang, realistis, dan yang paling penting, menjawab kebutuhan masyarakat," kata Vinanda dalam forum tersebut.
Lokus yang diusulkan mencakup 13,86 hektare dengan 1.413 jiwa atau 493 kepala keluarga. Hasil penilaian menempatkan kawasan itu pada kategori kumuh ringan dengan nilai 17.
Mengapa Ngronggo Jadi Prioritas Penanganan?
Ngronggo menghadapi persoalan permukiman sekaligus memegang posisi strategis bagi perkembangan Kota Kediri. Aktivitas perdagangan dan jasa, pendidikan, serta perkantoran di kawasan itu terus tumbuh.
Peningkatan kualitas lingkungan Ngronggo karena itu tidak hanya berdampak pada warga setempat. Vinanda menyebut perbaikan kawasan turut menopang aktivitas perkotaan secara keseluruhan.
Meski berstatus kumuh ringan, sejumlah kebutuhan dasar belum terpenuhi. Daftarnya mencakup kelayakan hunian, jalan lingkungan, drainase, penyediaan air minum, sanitasi, pengelolaan persampahan, dan proteksi kebakaran.
Apa Saja yang Akan Ditangani di Ngronggo?
Pemkot Kediri mendorong pendekatan skala kawasan yang terpadu dan terintegrasi. Vinanda menyatakan targetnya bukan sekadar mengubah status kawasan dari kumuh menjadi tidak kumuh.
"Kami ingin menghadirkan lingkungan yang lebih layak huni, lebih sehat, lebih aman, lebih tertata, dan berkelanjutan," ujarnya.
Pembenahan infrastruktur dirancang berjalan beriringan dengan pengembangan karakter dan potensi masyarakat. Ngronggo memiliki UMKM, aktivitas perdagangan dan pendidikan, serta identitas sebagai kampung kreatif dengan potensi Ngronggo Sport Art Centre.
Rp9,9 Miliar dari Dua Sumber Pembiayaan
Proses pengajuan penanganan kawasan kumuh Ngronggo berjalan melalui program PERMATA Jawa Timur. Pemkot Kediri mengusulkan dukungan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp6,302 miliar.
Anggaran pendampingan dari Pemkot Kediri disiapkan Rp3,601 miliar. Total rencana dukungan pembiayaan penanganan kawasan Ngronggo mencapai sekitar Rp9,904 miliar.
Ukuran Keberhasilan Menurut Wali Kota
Vinanda menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari kondisi jalan yang lebih baik atau lingkungan yang semakin rapi. Manfaat yang dirasakan warga menjadi tolok ukur utama.
"Misalnya, rumah yang semakin layak, berkurangnya genangan, akses yang semakin baik, lingkungan yang lebih sehat, serta tersedianya ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat untuk terus tumbuh," katanya.
Final Expose Readiness Criteria menjadi tahap pemastian kesiapan rencana sebelum penanganan kawasan berjalan. Usulan pembiayaan ke Pemprov Jawa Timur dan alokasi pendampingan Pemkot Kediri menjadi bagian dari penyiapan itu.