Breaking

Festival Indonesia Pertama di Chiba Jepang Tembus 15.000 Pengunjung, Reog Ponorogo hingga Taiko Satu Panggung

TI
Minggu, 16 Agustus 2026
Festival Indonesia Pertama di Chiba Jepang Tembus 15.000 Pengunjung, Reog Ponorogo hingga Taiko Satu Panggung
Pengunjung memadati Festival Indonesia pertama di Chiba City Chuo Park, Jepang, Sabtu (22/6).

SURABAYA — Antusiasme warga Jepang terhadap budaya Indonesia terlihat nyata di Chiba City Chuo Park. Festival Indonesia yang baru pertama kali digelar di kota tersebut, Sabtu (22/6), mencatatkan lonjakan pengunjung tiga kali lipat dari target panitia.

Panitia penyelenggara Nadya Putri Kurniasari menyebut capaian ini menjadi kejutan sekaligus tantangan tersendiri. "Festival ini bukan hanya tentang memperkenalkan budaya Indonesia, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi masyarakat Indonesia dan Jepang untuk saling mengenal melalui budaya," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Sabtu.

Bukan Sekadar Panggung Pertunjukan

Berbeda dari festival budaya pada umumnya, acara ini mengusung konsep interaktif. Pengunjung tidak hanya duduk menonton, tetapi diajak terlibat langsung dalam setiap atraksi.

Mereka yang hadir bisa mencoba menabuh taiko, mengikuti gerakan yosakoi, hingga berani menaiki Reog dengan pendampingan dari panitia. Pertunjukan Reog Ponorogo dan tari tradisional Indonesia sengaja ditampilkan berdampingan dengan seni Jepang untuk memperkuat kesan dialog dua budaya.

"Ketika pengunjung dapat mencoba taiko dan yosakoi, menikmati Reog dan tari tradisional Indonesia, serta berinteraksi secara langsung, di situlah kami melihat nilai utama dari festival ini," kata Nadya.

Evaluasi untuk Perhelatan Berikutnya

Membeludaknya jumlah pengunjung menjadi pekerjaan rumah bagi panitia. Menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lokasi acara selama dua hari pelaksanaan menjadi prioritas utama.

Kendati di luar perkiraan, panitia menilai pengalaman ini sangat berharga. Seluruh masukan dan kejadian di lapangan akan dijadikan bahan evaluasi agar penyelenggaraan festival berikutnya lebih matang.

"Kami akan menjadikan seluruh pengalaman dari kegiatan di Chiba ini sebagai bahan evaluasi agar kegiatan berikutnya dapat semakin baik, aman, nyaman, dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh masyarakat," ujar Nadya menegaskan.

Sumber: jatim.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua