Breaking

Oppo F35 Pro Bocor Jadi Rebrand A7 Pro Max: Baterai 10.000 mAh, Harga Rp 700 Jutaan

AD
Rabu, 05 Agustus 2026
Oppo F35 Pro Bocor Jadi Rebrand A7 Pro Max: Baterai 10.000 mAh, Harga Rp 700 Jutaan
Oppo F35 Pro disebut akan menjadi rebrand dari A7 Pro Max dengan baterai 10.000 mAh.

JAWA TIMUR — Kabar terbaru dari dunia smartphone India menyebutkan bahwa Oppo sedang bersiap merilis seri F35, dan salah satu variannya, F35 Pro, akan menjadi saudara kembar dari Oppo A7 Pro Max yang baru debut di China hari ini. Bocoran ini datang dari sumber yang sama yang sebelumnya mengabarkan keberadaan keluarga F35, dan kini klaimnya diperkuat dengan detail spesifikasi yang lebih konkret.

Jika benar murni rebrand, maka F35 Pro akan membawa baterai raksasa 10.000 mAh—kapasitas terbesar yang pernah ada di ponsel Oppo. Ini bukan sekadar angka gimmick; ini mengubah cara pakai harian. Untuk konteks, mayoritas ponsel flagship saat ini baru berkisar 5.000-6.000 mAh.

Baterai 10.000 mAh: Daya Tahan Berhari-hari atau Sekadar Beban?

Dengan kapasitas sebesar itu, F35 Pro secara teoritis bisa bertahan dua hari bahkan untuk pemakaian berat seperti gaming dan navigasi terus-menerus. Namun, ada konsekuensi yang tidak bisa dihindari: bobot dan ketebalan. A7 Pro Max sendiri diperkirakan memiliki bobot di atas 220 gram, dan ini akan terasa di saku atau saat digunakan satu tangan dalam waktu lama.

Pertanyaan besarnya adalah kecepatan charging. Baterai 10.000 mAh butuh waktu pengisian yang lama jika tidak didukung wattage tinggi. Sayangnya, bocoran ini belum menyebutkan detail fast charging. Jika Oppo hanya menyematkan 45W atau 67W, waktu ngecas dari nol hingga penuh bisa tembus 1,5-2 jam. Ini catatan penting, bukan sekadar klaim "baterai jumbo" yang langsung berarti praktis.

Spesifikasi Lain yang Ikut Terbawa: Layar AMOLED dan Kamera 50MP

Jika rebrand murni, F35 Pro akan mewarisi paket lengkap A7 Pro Max:

  • Layar AMOLED 6,78 inci resolusi 1272x2772, refresh rate 120Hz
  • Chipset Snapdragon 4 Gen 5 — kelas entry-level yang ditingkatkan
  • Kamera utama 50MP + kamera monokrom 2MP (bukan ultrawide, catat itu)
  • Kamera depan 50MP untuk selfie

Kombinasi ini menarik karena layarnya jelas kelas menengah atas, tapi chipset Snapdragon 4 Gen 5 adalah prosesor 5G entry-level. Artinya, jangan berharap performa gaming berat seperti di kelas Snapdragon 7 series. Untuk penggunaan harian, sosial media, dan navigasi, ini lebih dari cukup. Tapi untuk pengguna yang sering main game berat seperti Genshin Impact atau Honkai Star Rail, ekspektasi harus diturunkan.

Harga dan Posisi di Pasar: Kompetitif atau Justru Aneh?

Bocoran harga INR 40.000-45.000 (sekitar Rp 7,6-8,5 juta) menempatkan F35 Pro di kelas menengah yang ramai. Di rentang harga ini, kompetitor langsungnya adalah ponsel dengan chipset Snapdragon 7-series atau Dimensity 8300 yang menawarkan performa lebih tinggi, tapi baterai lebih kecil (biasanya 5.000-6.500 mAh).

Jadi, F35 Pro ini bukan untuk semua orang. Ini untuk segmen spesifik: pengguna yang prioritas utamanya adalah daya tahan baterai luar biasa, bukan performa gaming atau fleksibilitas kamera. Jika Anda tipe yang sering kehabisan baterai di tengah hari dan tidak mau bawa powerbank, ponsel ini bisa jadi jawaban. Tapi jika Anda butuh ponsel serba bisa untuk gaming dan fotografi, ada opsi lain yang lebih masuk akal di harga yang sama.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Pertama, status rebrand berarti Anda membayar untuk desain dan baterai, bukan inovasi perangkat lunak. Oppo biasanya membawa ColorOS yang mulus, tapi jangan berharap fitur kamera canggih seperti di lini Find atau Reno. Kedua, kamera ultrawide yang absen (diganti monokrom 2MP yang cenderung gimmick) adalah pengorbanan nyata untuk fotografi lanskap atau grup. Ketiga, ketersediaan di Indonesia belum diumumkan—bocoran ini spesifik untuk pasar India.

Kesimpulannya, F35 Pro adalah ponsel niche dengan proposisi nilai yang sangat jelas: baterai 10.000 mAh. Jika itu yang Anda cari, ini bisa jadi pilihan paling menarik di kelasnya. Jika tidak, ada banyak alternatif dengan keseimbangan lebih baik. Kita tunggu konfirmasi resmi Oppo untuk pasar Indonesia—apakah akan dibawa masuk atau tidak.

Sumber: gsmarena.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua