SIDOARJO — Proyek Jembatan Candinegoro dengan nilai anggaran sekitar Rp1,46 miliar itu berjalan jauh di belakang jadwal. Dari pengecekan di lapangan, capaian pekerjaan baru sekitar 17 persen, sementara target seharusnya sudah di angka 45 persen.
Selisih itulah yang membuat Mimik menyebut kondisi proyek sangat mengkhawatirkan. Apalagi jembatan ini menyangkut akses dan mobilitas warga Candinegoro serta wilayah sekitarnya.
Mengapa Wabup Minta Kontraktor Kerja Lembur
Mimik meminta kontraktor menaikkan ritme pekerjaan untuk mengejar ketertinggalan. Penambahan tenaga kerja dan penerapan sistem kerja lembur dinilai perlu segera dilakukan.
Saat sidak berlangsung, jumlah pekerja di lokasi disebut hanya sekitar 10 orang. Menurut Mimik, jumlah itu belum memadai untuk mengejar target penyelesaian.
"Kontraktor harus bertanggung jawab," tegasnya.
Dia menekankan tenggat waktu tidak bisa ditawar. November atau Desember sudah masuk puncak musim hujan, dan pekerjaan harus tuntas sebelum itu.
"Saya sidak langsung, ternyata deviasi keterlambatannya 28 persen. Padahal, ini sudah mau musim hujan. November atau Desember ini sudah harus selesai. Fakta di lapangan kondisinya masih seperti ini. Sangat mengkhawatirkan," kata Mimik.
Temuan Besi Pancang yang Diduga Tak Sesuai Spek
Persoalan bukan hanya soal waktu. Mimik juga menemukan material besi pada bagian pancang yang disebut tidak sesuai spesifikasi teknis dalam perencanaan.
Dia meminta material tersebut segera diganti dan disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan. Kualitas konstruksi, menurutnya, tidak boleh dikorbankan demi mengejar jadwal.
"Tadi ada temuan besi yang tidak sesuai spek. Harus diganti. Speknya seperti apa di perencanaannya. Harus disesuaikan," ujarnya.
Konsekuensi bagi Pelaksana Proyek
Mimik mengingatkan ada konsekuensi bagi pihak pelaksana jika pekerjaan tidak segera diperbaiki dan dipercepat sesuai ketentuan. Kontraktor dituntut tidak hanya mengejar ketertinggalan waktu, tetapi juga memenuhi spesifikasi teknis konstruksi.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap percepatan bisa dilakukan tanpa mengorbankan mutu bangunan. Targetnya, jembatan selesai sesuai jadwal dan langsung dimanfaatkan warga Candinegoro serta daerah sekitarnya.