JAYAPURA — Aparat menangkap pimpinan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat berada di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo. Penangkapan terhadap tokoh utama kelompok tersebut berlangsung tanpa perlawanan berarti. Dari operasi ini, aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait aktivitas kelompok bersenjata.
Operasi tidak berhenti di Yahukimo. Tim aparat bergerak ke Kabupaten Keerom dan membekuk empat anggota KKB lainnya. Keempat orang itu ditangkap dalam waktu yang bersamaan dengan penangkapan pimpinan mereka di Dekai.
Dari dua lokasi penangkapan, aparat menyita sejumlah senjata dan amunisi. Jumlah pasti senjata yang diamankan belum dirinci dalam keterangan resmi. Barang bukti itu kini menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut.
Siapa Pimpinan KKB yang Ditangkap di Dekai?
Pimpinan KKB yang ditangkap di Bandara Nop Goliat Dekai belum disebutkan identitasnya secara resmi. Aparat hanya menyebut yang bersangkutan sebagai tokoh utama kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Bandara Nop Goliat Dekai sendiri merupakan pintu masuk utama ke Yahukimo, kabupaten yang selama ini menjadi salah satu titik rawan aktivitas KKB.
Penangkapan di bandara menunjukkan aparat sudah mengantongi pergerakan target sebelum yang bersangkutan tiba di lokasi. Belum ada keterangan apakah penangkapan dilakukan saat target hendak terbang atau baru mendarat.
Operasi di Keerom: Empat Anggota KKB Dibekuk Serentak
Di Kabupaten Keerom, aparat menangkap empat anggota KKB dalam operasi terpisah. Keerom berbatasan langsung dengan Papua Nugini, wilayah yang selama ini dikenal sebagai jalur perlintasan kelompok bersenjata. Penangkapan serentak di dua kabupaten berbeda mengindikasikan operasi yang terkoordinasi, bukan tindakan spontan di lapangan.
Keempat anggota yang ditangkap di Keerom berperan sebagai pendukung jaringan pimpinan yang ditangkap di Dekai. Aparat belum mengungkap peran spesifik masing-masing dari keempat orang tersebut.
Senjata dan Amunisi Disita, Penyidikan Berlanjut
Sejumlah senjata dan amunisi disita dari kedua lokasi penangkapan. Jenis, jumlah, dan asal senjata belum diungkap secara rinci oleh aparat. Penyitaan senjata menjadi poin penting karena selama ini senjata api yang beredar di tangan KKB sebagian besar berasal dari hasil rampasan atau penyelundupan lintas batas.
Kelima orang yang ditangkap kini menjalani pemeriksaan intensif. Aparat mendalami kemungkinan keterkaitan mereka dengan jaringan KKB lain di wilayah pegunungan Papua. Penyidikan juga mengarah pada kemungkinan adanya pihak lain yang membantu pergerakan kelompok tersebut.
Wilayah Yahukimo dan Keerom dalam beberapa tahun terakhir berulang kali menjadi lokasi kontak senjata antara aparat dan KKB. Penangkapan pimpinan kelompok di Bandara Dekai menjadi salah satu operasi signifikan yang menyasar struktur kepemimpinan, bukan hanya anggota di lapangan.