PALEMBANG — Evaluasi lapangan memvalidasi kesesuaian dokumen perencanaan di sistem Siaga dengan kondisi faktual kampus. Tim menilai kesiapan institusi menyeluruh sebelum usul prodi diteruskan ke tahap final.
Tim evaluasi melibatkan sejumlah figur kunci: Mukharnad Najib (Direktur Kelembagaan), Prof. Dr. Iskhag Iskandar, M.Sc. (Kepala LLDIKTI Wilayah II), dan perwakilan Direktorat Kelembagaan. Asesor dari LAMPTKes, KKI, ARPSI, dan AIPKI memperkuat penilaian, termasuk akademisi dari Atma Jaya dan Maranatha.
Respons terhadap Kebutuhan Kesehatan Bangsa
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menegaskan inisiatif ini bukan sekadar ekspansi institusi. Gagasan pendirian fakultas kedokteran telah masuk Rencana Strategis 2019 dan dipertajam melalui Naskah Akademik serta Studi Kelayakan pada akhir 2025.
"Kami tidak hanya membuka prodi baru, tetapi menghadirkan solusi. Fakultas Kedokteran UIN Raden Fatah dirancang dengan keunggulan spesifik: pencegahan sindrom metabolik, khususnya hipertensi esensial," ungkap Prof. Adil.
Kurikulum Berbasis Five Levels of Prevention
Kurikulum yang diusung mengadopsi pendekatan Five Levels of Prevention dari Leaveli dan Clark, dengan fokus kuat pada aspek promotif dan preventif. Target lulusan diarahkan menjadi Five-Star Doctor yang mampu berperan sebagai penyedia layanan kesehatan, pengambil keputusan, komunikator, pemimpin komunitas, dan manajer.
Gedung 4 Lantai Seluas 10.000 m² di Jakabaring
UIN Raden Fatah menyiapkan gedung empat lantai seluas 10.000 m² di Kampus II Jakabaring. Fasilitas ini mencakup ruang kelas modern, Clinical Skill Laboratory (CSL), laboratorium Computer Based Test (CBT), dan Laboratorium Keunggulan Hipertensi Esensial.
Kesiapan SDM menjadi poin unggul dengan dukungan 26 dosen tetap, terdiri dari 14 dosen preklinik/biomedik dan 12 dokter spesialis. Sebanyak 13 dokter spesialis pendamping klinik (preceptor) melengkapi tenaga pengajar.
Dukungan LLDIKTI dan Verifikasi Data Akurat
Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhag Iskandar, M.Sc., menegaskan komitmen regional terhadap pembukaan prodi ini. Henriette Minerva Wenno dari Direktorat Kelembagaan menekankan verifikasi data akurat dan dukungan pimpinan perguruan tinggi sebagai kunci keberhasilan tahap final.
Hasil evaluasi lapangan ini menjadi dasar bagi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memutuskan kelayakan pembukaan Prodi Kedokteran UIN Raden Fatah Palembang.