Panik Saat Bertemu Mantan? Ini Cara Jitu Menjaga Percakapan Tetap Nyaman
NAVIGASI.CO.ID — Biar nggak salah tingkah saat berpapasan, sejumlah anak muda berbagi jurus jitu yang bisa dicoba. Kuncinya bukan menghindar, melainkan mengontrol obrolan supaya tetap hangat tanpa membuka luka lama.
Mulai dari Sapaan dan Obrolan Ringan
Dinda (22) mengaku langkah pertamanya saat tak sengaja bertemu mantan adalah menyapa atau melempar senyum. Ia memilih tidak langsung memaksakan percakapan panjang, tapi membaca situasi dulu.
"Kalau situasinya memungkinkan, baru ngobrol sebentar," katanya.
Untuk topik, Dinda menyarankan hal-hal umum seperti kabar, pekerjaan, atau kesibukan terkini. Sebaliknya, ia sengaja menghindari bahasan soal hubungan masa lalu atau alasan putus, sebab topik itu justru bikin suasana kaku.
Hindari Nostalgia dan Pertanyaan Pribadi
Annisa (17) punya pendekatan berbeda. Ia biasanya bersikap biasa saja, seolah tak mengenal mantannya sama sekali. Ketika obrolan tak terhindarkan, ia menegaskan satu hal: jangan pernah membahas kenangan lama.
"Jangan pernah sekali-kali bandingin masa lalu dengan masa depan/kini, apalagi sampai meluncur kata-kata kayak gini, 'Seandainya waktu itu aku dan kamu memilih nggak selesai, ya pasti sekarang kita berdua masih sama dan bahagia,'" tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak terlalu banyak bertanya soal kehidupan pribadi sang mantan. Batasi obrolan pada hal umum saja, lalu pamit setelah percakapan selesai untuk melanjutkan aktivitas masing-masing.
Soal Perasaan, Jangan Baper
Sementara itu, Jordan (26) memilih menyapa mantan layaknya bertemu teman biasa. Topik obrolannya ringan, misalnya kondisi di tempat kerja. Jika mantan lebih dulu membuka topik tertentu, ia menanggapinya secukupnya, seperti saat menjadi teman curhat.
"Jangan baper aja sih, utamakan menjaga hubungan baik (sebatas teman) hehe," ucapnya.
Intinya, bertemu mantan nggak selalu harus menegangkan. Selama obrolan dijaga di permukaan dan perasaan dikunci rapat, suasana pun tetap adem. Kalau sudah tak ada topik, nggak ada salahnya pamit duluan—daripada betah ngobrol lama tapi malah menyalahkan drama lama lagi.