Siswa SMAN 1 Bojonegoro Fachri Akbar Raih Duta SMA Nasional 2026 di Jogjakarta, Sempat Ikut OSN Kebumian
BOJONEGORO — Fachri Akbar Triyanto, pelajar SMA Negeri 1 Bojonegoro, resmi menyandang gelar Duta SMA Nasional 2026. Ia terpilih bersama Ratu Mesia dari SMA Negeri 1 Yogyakarta setelah menuntaskan rangkaian seleksi yang diselenggarakan Direktorat Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pengukuhan keduanya berlangsung pada 10-14 Agustus 2026 di Indoluxe Hotel Jogjakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Diraih di Tengah Padatnya Agenda OSN Kebumian
Yang membuat pencapaian Fachri terbilang istimewa, gelar tersebut ia raih di sela-sela kesibukannya mengikuti semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional 2026 bidang Kebumian pada Rabu (12/8). Setelah menyelesaikan kompetisi sains itu, malam harinya Fachri kembali mengharumkan nama Jawa Timur dengan menyandang gelar Duta SMA Nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengapresiasi konsistensi Fachri yang mampu berkompetisi di dua ajang bergengsi secara beriringan. “Prestasi ini luar biasa membanggakan, karena dengan semangat dan motivasi yang luar biasa Fachri bisa berkompetisi di ajang bergengsi sekaligus,” ujarnya, Kamis (13/8).
DPRD Jatim: Bukti Pelajar Daerah Mampu Bersaing
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, menilai keberhasilan Fachri bukan sekadar kebanggaan pribadi dan sekolah. Politisi Demokrat ini menyebut prestasi tersebut menjadi cermin bahwa siswa dari daerah memiliki potensi setara dengan kota-kota besar.
“Prestasi Fachri ini tentu sangat membanggakan. Ini menunjukkan bahwa anak-anak Jawa Timur, termasuk dari Bojonegoro, memiliki potensi luar biasa dan mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Sri Wahyuni, Sabtu (15/8).
Menurutnya, pencapaian Fachri harus menjadi pemantik bagi pelajar lain untuk terus mengasah kemampuan, baik akademik, kepemimpinan, maupun komunikasi. Ia berharap ekosistem pendidikan di Bojonegoro dan Jawa Timur semakin kuat dalam melahirkan generasi berprestasi.
“Prestasi seperti ini harus menjadi pemantik. Jangan sampai hanya berhenti pada satu siswa. Kita ingin semakin banyak Fachri-Fachri berikutnya yang muncul dari Bojonegoro dan daerah-daerah lain di Jawa Timur,” tegasnya.
Dukungan Berkelanjutan untuk Siswa Berprestasi
Sri Wahyuni menambahkan, dukungan terhadap siswa berprestasi tidak boleh berhenti pada seremoni. Pembinaan, fasilitas pendidikan, hingga kesempatan mengikuti kompetisi nasional dan internasional perlu diberikan secara berkelanjutan.
Keberhasilan Fachri sekaligus menegaskan bahwa prestasi tidak hanya lahir dari kota besar. Dengan kesempatan dan pembinaan yang tepat, siswa dari daerah mampu berdiri sejajar di panggung nasional. (geh.kt)