Pramuka Jatim Didorong Jadi Penggerak Swasembada Pangan, Khofifah Sebut 51 Persen Gula Nasional dari Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Pramuka berperan aktif dalam program ketahanan pangan saat peringatan Hari Pramuka ke-65 di Surabaya.
Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:53:31 WIB

SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka di provinsi itu untuk mengambil peran aktif dalam program ketahanan pangan. Menurutnya, nilai kedisiplinan dan gotong royong yang ditanamkan dalam organisasi kepanduan itu relevan untuk menghadapi ancaman krisis pangan dan perubahan iklim.

Ajakan tersebut disampaikan Khofifah di Surabaya, Jumat, bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus 2026. Tema yang diusung tahun ini, "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045", dinilai sejalan dengan tantangan pembangunan nasional saat ini.

Kontribusi Nyata Pramuka: dari Pekarangan hingga Kebun Pangan

Khofifah menegaskan kontribusi Pramuka tidak harus dimulai dari hal besar. Langkah sederhana seperti tidak membuang makanan, memanfaatkan lahan pekarangan untuk tanaman produktif, hingga mengembangkan kebun pangan bisa menjadi titik awal yang signifikan.

"Semangat Pramuka adalah semangat untuk hadir, berkarya dan memberikan manfaat. Karena itu, Pramuka harus menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya memahami pentingnya pangan, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutannya," ujar Khofifah dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, anak muda perlu melihat pertanian sebagai sektor masa depan, bukan sekadar aktivitas mencangkul dan menanam. Sektor ini kini mencakup teknologi, inovasi, digitalisasi, hingga kewirausahaan rantai nilai pangan.

Jatim Lumbung Pangan: Produksi Gula Tertinggi dalam Satu Dekade

Jawa Timur memiliki posisi yang tidak bisa diabaikan dalam peta ketahanan pangan nasional. Provinsi ini bukan hanya lumbung padi, tetapi juga basis produksi tebu utama dengan kontribusi sekitar 51 persen terhadap produksi gula nasional.

Sepanjang 2025, produksi gula kristal putih Jatim mencapai sekitar 1,34 juta ton. Angka ini menjadi capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir dan mempertegas posisi provinsi sebagai penyangga utama industri gula nasional.

Memasuki 2026, pemprov kembali menjalankan Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare. Total target pengembangan tebu mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra.

Produksi Padi Naik 13,88 Persen, Regenerasi Petani Jadi Kunci

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen padi Jatim pada 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare, naik 13,88 persen dibanding tahun sebelumnya. Produksi padi mencapai sekitar 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 6,03 juta ton beras konsumsi.

Capaian tersebut, menurut Khofifah, harus diimbangi dengan regenerasi pelaku pertanian agar keberlanjutan produksi tetap terjaga. "Di sinilah Pramuka bisa mengambil peran strategis," tegasnya.

Nilai disiplin, kemandirian, dan kepedulian lingkungan yang ditanamkan dalam Gerakan Pramuka dinilai sangat relevan untuk menghadapi tantangan zaman. Organisasi ini disebutnya sebagai kawah candradimuka pembentukan karakter generasi bangsa.

Pada momentum Hari Pramuka ke-65, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, Gugus Depan, Satuan Karya (SAKA), Satuan Komunitas (SAKO), serta para pembina dan pelatih yang aktif melakukan kegiatan sosial di masyarakat.

"Selamat Hari Pramuka Ke-65. Mari terus kobarkan semangat Satya dan Darma Pramuka. Jadilah generasi yang tangguh, mandiri, produktif, peduli dan selalu siap memberikan pengabdian terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara," kata Khofifah.

Reporter: Faizal Candra Rizky Perkasa