92 Ribu Warga Jatim Keluar dari Garis Kemiskinan, BPS Catat Penurunan di Kota dan Desa

Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan data penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur pada konferensi pers di Surabaya, Rabu (5/8/2026).
Penulis: Satrio
Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:34:31 WIB

SURABAYA — Angka kemiskinan di Jawa Timur terus menunjukkan tren perbaikan. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, persentase penduduk miskin di provinsi ujung timur Pulau Jawa ini melandai ke 9,06 persen pada Maret 2026, menyusut dari 9,28 persen pada September 2025.

Penurunan ini terjadi merata di perkotaan dan pedesaan. Di wilayah kota, jumlah penduduk miskin berkurang 53 ribu orang, sementara di desa menyusut 39,1 ribu jiwa. Secara absolut, total penduduk miskin Jatim kini berada di angka 3,71 juta orang.

Plt. Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati, dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu (5/8/2026), menyebut persentase kemiskinan perkotaan turun dari 6,93 persen menjadi 6,66 persen. Adapun di pedesaan, angkanya melandai dari 12,55 persen ke 12,38 persen.

Beras Masih Penentu Garis Kemiskinan

Di balik kabar baik ini, BPS memberikan catatan penting. Seseorang baru dikategorikan tidak miskin jika memiliki pengeluaran minimal Rp609.732 per kapita per bulan pada Maret 2026.

Komoditas beras masih menjadi aktor utama yang menentukan nasib kesejahteraan warga. Andilnya terhadap Garis Kemiskinan mencapai 23,12 persen di perkotaan dan 24,65 persen di pedesaan. Artinya, stabilitas harga beras menjadi kunci utama menjaga daya beli masyarakat kelas bawah.

Ekonomi Tumbuh 5,96 Persen, Petani Ikut Menikmati

BPS mengidentifikasi beberapa mesin penggerak yang membuat ekonomi Jawa Timur kian perkasa. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I-2026 tercatat meyakinkan di angka 5,96 persen, didukung konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,89 persen.

Kesejahteraan petani juga membaik signifikan. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat mencapai 119,92, atau naik 4,23 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan berkurangnya pengangguran, di mana Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terus mengalami penurunan.

Meski inflasi tahunan sempat menyentuh 4,88 persen pada Februari lalu, pertumbuhan ekonomi yang kuat dan membaiknya sektor pertanian terbukti mampu menjadi benteng bagi masyarakat untuk terus melangkah maju. (ANTARA)

Reporter: Satrio