PLN UID Jawa Timur Resmikan SPKLU 120 kW di Kampus UMM, Mahasiswa Bisa Isi Daya Motor dan Mobil Listrik

General Manager PLN UID Jawa Timur Eric Rossi Priyo Nugroho meresmikan SPKLU Fast Ultra Charging 120 kW di lingkungan Kampus UMM, Malang, Rabu (12/2/2025).
Penulis: Rian Murdani
Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:03:01 WIB

MALANG — Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kini memiliki fasilitas pengisian daya kendaraan listrik berkapasitas besar. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memperluas pemanfaatan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Fast Ultra Charging 120 kW di lingkungan kampus tersebut, Rabu (12/2).

General Manager PLN UID Jawa Timur Eric Rossi Priyo Nugroho mengatakan, kehadiran SPKLU di lingkungan kampus tidak hanya menambah infrastruktur pengisian daya, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperluas pemanfaatan energi bersih di tengah masyarakat.

Kolaborasi Strategis dengan Institusi Pendidikan

Eric menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi memiliki nilai strategis karena kampus merupakan pusat pendidikan, inovasi, sekaligus tempat lahirnya generasi penggerak transformasi masa depan.

“Transisi energi bukan hanya tentang penyediaan infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem dan kebiasaan baru dalam menggunakan energi yang lebih efisien dan rendah emisi,” kata Eric dalam keterangan resminya.

Layanan Pendukung dan Sertifikat Energi Terbarukan

PLN tidak hanya menghadirkan SPKLU. Dalam kesempatan yang sama, perusahaan juga memperkenalkan layanan PLN ICON+ berupa Integrated Business Solution (IBS) yang mencakup konektivitas, aplikasi layanan energi, manajemen utilitas listrik, gas dan air, hingga PLTS dan layanan pendukung kendaraan listrik.

Selain itu, PLN menawarkan pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC) bagi institusi yang ingin memperoleh pengakuan resmi atas penggunaan listrik dari pembangkit energi baru terbarukan.

Komitmen UMM terhadap Ketahanan Energi

Wakil Rektor II Bidang Kepegawaian, Keuangan, dan Umum UMM Ahmad Juanda menegaskan komitmen kampusnya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, tidak hanya melalui sektor pendidikan tetapi juga dengan mengambil peran nyata dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Selain menjalankan fungsi pendidikan, kami juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga ketahanan pangan dan ketahanan energi. Listrik merupakan energi alternatif yang mampu mendukung dekarbonisasi, meningkatkan efisiensi energi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Ahmad.

Melalui kolaborasi ini, PLN UID Jawa Timur terus mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan—termasuk institusi pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat—dalam mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik dan pemanfaatan energi hijau di Jawa Timur.

Reporter: Rian Murdani