Breaking

Kartu Ber-Cip dan 100 CCTV Disiapkan untuk Amankan Akses Peserta Muktamar NU di Jombang

RE
Rabu, 26 Agustus 2026
Kartu Ber-Cip dan 100 CCTV Disiapkan untuk Amankan Akses Peserta Muktamar NU di Jombang
Panitia menunjukkan kartu khusus ber-cip yang digunakan untuk mengatur akses peserta Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

JOMBANG — Peserta Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tidak lagi cukup bermodal kartu tanda peserta biasa. Panitia menyiapkan kartu khusus berbasis cip yang terintegrasi dengan sistem verifikasi data untuk mengatur pergerakan ribuan peserta di arena utama muktamar.

Setiap kartu telah diprogram dengan pembagian wilayah akses. Pemegang kartu hanya bisa memasuki area yang sesuai dengan kewenangannya. Dengan begitu, potensi orang luar masuk ke ruang persidangan atau area khusus lainnya bisa ditutup rapat.

Mengapa Panitia Menerapkan Sistem Verifikasi Ketat?

Langkah ini diambil untuk menjawab kekhawatiran lama tentang sengketa status peserta yang kerap menghambat jalannya forum tertinggi organisasi. Mohammad Nuh menyebut proses verifikasi kepesertaan telah tuntas dilakukan sejak jauh hari.

"Mulai dari kepesertaan itu semuanya sudah kita verifikasi. Model-model kepesertaan ini sudah kita siapkan. Sudah pakai cip, sudah paten, sehingga dengan demikian enggak bisa dimanipulasi," kata Mohammad Nuh di Jombang, Selasa.

Ia menambahkan, "Setiap kartu ini ada wilayahnya. Dia boleh masuk ke mana saja di wilayah arena utama."

Pemantauan Ketat Melalui Lebih dari 100 Kamera CCTV

Selain pengaturan akses, panitia juga mengoperasikan lebih dari 100 kamera pengawas atau CCTV yang terhubung ke pusat kendali. Titik pantau mencakup lokasi strategis, mulai dari tempat persidangan, akomodasi peserta, dapur konsumsi, hingga ruas jalan di sekitar kompleks pesantren.

Integrasi antara kartu cip dan pemantauan visual ini diharapkan membuat penyelenggaraan muktamar lebih terukur. Panitia ingin memastikan pelayanan berjalan cepat dan setiap persoalan di lapangan bisa ditangani secara langsung.

Bagaimana Teknologi Ini Mempercepat Pelayanan Peserta?

Bagian IT Muktamar Ke-35 NU, Robin Makrufi, menjelaskan pemanfaatan teknologi digital ini bukan sekadar pengawasan. Sistem yang dibangun juga mempercepat proses administrasi dan pelayanan bagi peserta serta rombongan.

"Mulai dari kepesertaan itu semuanya sudah kita verifikasi. Mudah-mudahan tidak ada lagi dispute (sengketa). Model-model kepesertaan ini sudah kita siapkan," ujar Robin.

Ia menegaskan kembali soal keamanan kartu tersebut. "Sudah pakai cip, sudah paten. Dengan demikian tidak bisa dimanipulasi. Setiap kartu ini ada wilayahnya," katanya.

Dengan kesiapan sarana digital ini, panitia optimistis pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas berjalan lancar, terkendali, dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta dari berbagai penjuru Indonesia.

Sumber: jatim.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua