Bupati Bangkalan dan Dandim 0829 Tinjau Sumber Air Pamorah, Jadi Andalan Baru Irigasi Lahan Pertanian
BANGKALAN — Sumber air di Desa Pamorah, Kecamatan Tragah, dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pertanian dan kebutuhan air bersih warga. Hal ini terungkap setelah Bupati Bangkalan Lukman Hakim bersama Dandim 0829 Letkol Inf Heru Dwi Santoso melakukan peninjauan langsung ke lokasi, didampingi Kepala Dinas PUPR Rizal Mardiansyah serta Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan CHK Karyadinata.
Peninjauan ini bukan sekadar seremonial. Mereka berdiskusi mendalam mengenai kondisi sumber air, debit aliran, elevasi lahan, hingga kemungkinan pembangunan jaringan irigasi. Kecamatan Tragah selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Bangkalan, sehingga ketersediaan air menjadi faktor krusial bagi para petani.
Debit Air Melimpah, tapi Ada PR Besar di Lahan Pertanian
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan aliran sungai di wilayah Desa Pamorah memiliki debit yang cukup besar. Bupati Lukman Hakim optimistis sumber air ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga berpotensi mengairi lahan pertanian yang ada di sekitarnya.
“Potensi airnya cukup besar. Ini tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga sangat potensial untuk mengairi lahan pertanian,” ujarnya.
Namun, ada kendala teknis yang tidak bisa diabaikan. Posisi aliran air justru lebih rendah dibandingkan elevasi lahan pertanian. Kondisi ini membuat air tidak bisa mengalir secara gravitasi menuju sawah milik petani.
Pompa Hidram dan Tenaga Surya Jadi Solusi Andalan
Untuk menjawab persoalan elevasi tersebut, pemkab tidak tinggal diam. Bupati menyebutkan bahwa teknologi diperlukan untuk menaikkan air agar bisa dialirkan ke lahan pertanian maupun dimanfaatkan sebagai sumber air bersih.
“Persoalannya adalah elevasi lahan pertanian lebih tinggi dari posisi aliran air. Karena itu diperlukan teknologi untuk menaikkan air agar bisa dialirkan ke lahan pertanian maupun dimanfaatkan sebagai sumber air bersih,” jelasnya.
Sebenarnya, di lokasi tersebut sudah tersedia diesel pompa air. Sayangnya, mesin itu sudah mati sejak 2015 dan tidak beroperasi lagi. Sebagai alternatif, pemerintah daerah tengah mengkaji penggunaan pompa hidram yang dinilai efektif karena memanfaatkan energi dan gravitasi dari aliran air itu sendiri.
Dengan sistem hidram, ketergantungan terhadap bahan bakar maupun listrik untuk operasional harian bisa ditekan. Selain itu, opsi pompa tenaga surya juga masuk dalam kajian. Pemanfaatan energi matahari dinilai lebih efisien dan berkelanjutan untuk mendukung sistem pengairan lahan pertanian dalam jangka panjang.
Langkah selanjutnya, pemkab akan mengkaji lebih dalam opsi teknologi mana yang paling tepat dan efisien untuk diterapkan di Desa Pamorah. Keputusan ini akan sangat menentukan nasib ribuan hektare sawah di Kecamatan Tragah yang selama ini menggantungkan harapan pada musim hujan.